Langsung ke konten utama

Filosofi Pendidikan Indonesia : Kontribusi Nyata Penerapan Dasar-Dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara



Pemikiran KHD perlu diterapkan dalam proses pendidikan saat ini. melihat kesesuaian dan urgensi dari kebutuhan peserta didik di Era digitalisasi abad 21 berikut ini beberapa poin pemikiran dasar-dasar pendidikan yang perlu diterapkan:

1. Tujuan Pendidikan 

Tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Anak juga secara sadar memahami bahwa kemerdekaan dirinya juga mempengaruhi kemerdekaan anak lain. Oleh sebab itu, tuntutan seorang guru mampu mengelola dirinya untuk hidup bersama dengan orang lain (menjadi manusia dan anggota masyarakat)

2. Kekuatan sosio-kultural

Kekuatan sosio-kultural menjadi proses ‘menebalkan’ kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.

3. Kodrat Alam dan Zaman 



Dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”
  
KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut: “Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)
KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini  menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya peserta didik di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan peserta didik di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur. 
Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, KHD mengingatkan bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia. Kekuatan sosial budaya Indonesia yang beragam dapat menjadi kekuatan kodrat alam dan zaman dalam mendidik.

4. Budi Pekerti 

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). 

Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.

5. Asas Trikon  

Sistem pendidikan di ruang kelas akan terlaksana secara efektif apabila kita memperhatikan asas Trikon dari Ki Hajar Dewantara. Asas Trikon ini menjadi prinsip perubahan yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan transformasi pendidikan. Asas Trikon terdiri dari : (1) kontinuitas, (2) konvergensi dan (3) konsentris

Kontinuitas merupakan pengembangan pendidikan yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan, dilakukan terus menerus dengan membuat perencanaan yang baik. Karena, suatu kondisi yang baik tidak akan mudah dicapai dalam waktu yang singkat seperti sulap. Melalui perencanaan yang dilanjutkan pelaksanaan dan diakhiri dengan evaluasi dan perbaikan yang tepat.

Konvergensi merupakan pengembangan pendidikan yang dilakukan bisa mengambil dari berbagai sumber di luar negeri, namun harus disesuaikan dengan kebutuhan yang kita miliki sendiri. Seperti dewasa ini, era digital yang telah memudahkan para guru untuk dapat mempelajari berbagai informasi pendidikan dari mana saja dan kapan saja.

Konsentris merupakan pendidikan yang dilakukan tidak lepas dari kepribadian bangsa kita sendiri. Karena, tujuan utama pendidikan kita adalah menuntun tumbuh kembang anak setinggi-tingginya sesuai dengan karakter budayanya sendiri. Kita boleh mempelajari atau menggunakan teori atau dasar pendidikan dari bangsa lain, namun harus kita sesuaikan dengan budaya daerah agar memperoleh kemajuan yang sesuai dengan harapan.


Refleksi Perubahan Pola Pikir Setelah Mengetahui Dasar-Dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Perubahan Zaman berlangsung sangat cepat, banyak sekali nilai-nilai pendidikan yang sudah mulai luntur dalam budaya sosial kultural baik dalam keluarga bahkan sampai pada lingkungan sekolah. Dasar Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan indonesia saat ini. 

Mulai dari tujuan pendidikan, Kodrat alam dan zaman, Budipekerti sampai asas trikon sangat penting untuk diterapkan kembali dalam pendidikan indonesia agar nantinya dapat memunculkan manusia-manusia merdeka yang tetap memilliki rasa nasionalis tanah air dan berwawasan global yang mencapai keselamatan dan kebahagiaan. 

Komentar